Kampanye Hemat Energi Sekolah

Matikan yang Tak Perlu,
Selamatkan Energi Kita.

EnergiKita adalah ajakan buat seluruh warga sekolah — siswa, guru, dan staf — untuk lebih peduli dan bijak memakai listrik, mulai dari kebiasaan paling sederhana.

Lihat Faktanya

Kenapa Kampanye Ini Ada?

Pemborosan energi sering terjadi tanpa disadari — dan dampaknya lebih besar dari yang kita kira.

Kebiasaan Kecil, Dampak Besar

Lampu yang menyala di ruang kosong, AC yang terus hidup saat ruangan sudah sepi, charger yang tetap tertancap — hal-hal kecil seperti ini terlihat sepele, tapi kalau terjadi setiap hari di seluruh sekolah, jumlah energi yang terbuang jadi tidak sedikit.

Bukan Cuma Soal Listrik

Energi listrik yang kita pakai sebagian besar masih berasal dari sumber yang terbatas. Semakin boros kita memakainya, semakin besar juga tekanan terhadap lingkungan. Hemat energi berarti ikut menjaga bumi untuk jangka panjang.

Apa yang Ingin Kami Capai?

Tiga hal ini yang jadi fokus kampanye EnergiKita di lingkungan sekolah.

Menumbuhkan Kesadaran

Membuat warga sekolah lebih peka terhadap kebiasaan boros energi di sekitarnya.

Membangun Kebiasaan Baru

Mendorong langkah hemat energi jadi kebiasaan sehari-hari, bukan cuma imbauan sesaat.

Berbasis Bukti Nyata

Setiap ajakan didukung data dari angket & observasi sekolah — bukan sekadar imbauan umum.

Tentang Pembuat Kampanye

Nama Kelompok
Kelompok 2
Kelas / Jurusan
PPLG XI-4
Mata Pelajaran
Produktif
Anggota
Hazel Anthony Susanto, Tubagus Erlangga Purnomo, Ahmad Gerry Segoro Rino Putra

Penasaran Seberapa Boros Sekolah Kita?

Halaman Data & Fakta akan segera hadir di Fase 2, berisi grafik hasil angket dan observasi langsung dari warga sekolah. Sampai saat itu, terus ikuti kampanye ini!

Cerita di Balik EnergiKita

Kenapa kampanye ini dibuat, dan apa yang ingin dicapai.

Kenapa Kampanye Ini Dibuat?

Selama ini, banyak kebiasaan boros energi di lingkungan sekolah yang terjadi begitu saja tanpa disadari — lampu ruang kelas yang tetap menyala saat jam istirahat, kipas angin yang dibiarkan berputar di ruangan kosong, atau charger yang lupa dicabut. Satu per satu kebiasaan ini kelihatannya kecil, tapi kalau dibiarkan terus terjadi di seluruh sekolah, dampaknya jadi tidak kecil lagi.

EnergiKita lahir dari keinginan untuk mengubah kebiasaan itu, bukan lewat teguran atau aturan, tapi lewat ajakan yang membuat orang mau berubah karena paham alasannya. Kampanye ini adalah kelanjutan dari kegiatan lintas mata pelajaran (PABP, KIK, PP, MTK, Bahasa Indonesia, dan ESD) yang sudah dan sedang dijalankan, dengan hasil angket dan observasi sebagai dasar setiap ajakan yang dibuat.

Tujuan Kampanye

Lewat website ini, kami ingin menumbuhkan kebiasaan hemat energi di lingkungan sekolah — dimulai dari kesadaran, didukung oleh data nyata, dan diakhiri dengan langkah aksi yang bisa langsung dilakukan oleh siapa saja: siswa, guru, maupun staf sekolah.

Bagaimana Kampanye Ini Dibangun?

Website ini dikerjakan bertahap dalam tiga fase:

  • Fase 1 — Tampilan (sedang berjalan) Menyiapkan halaman Beranda dan Tentang, supaya kampanye punya "wajah" yang menarik sebelum data ditampilkan.
  • Fase 2 — Data & Fakta Menampilkan grafik dari hasil angket dan observasi warga sekolah, sebagai bukti pendukung ajakan kampanye.
  • Fase 3 — Aksi & Rekomendasi Menyusun langkah hemat energi yang konkret, berdasarkan temuan dari data di Fase 2.

Identitas Pembuat

Nama Kelompok
Kelompok 2
Kelas / Jurusan
PPLG XI-4
Mata Pelajaran
Produktif
Anggota
Hazel Anthony Susanto, Tubagus Erlangga Purnomo, Ahmad Gerry Segoro Rino Putra